Kata-kata Hidup Sehat memang mudah diucapkan tetapi agak sulit dilaksanakan. Semua orang mendambakan hidup yang teratur dan sehat, tetapi sangatlah sedikit dari mereka yang memahami apa arti hidup sehat itu sendiri. Satu misal si Ani yang kelewat cerewet itu masihkah dikatakan sehat, sementara hanya bergosip melulu? Atau si Joni yang gemar pinjam uang alias ngutang tanpa ada harapan kembali. Dan yang terakhir masihkah kita menganggap bahwa kita sudah melaksanakan hidup sehat sementara masih gemar membuang sampah di sembarang tempat? Itulah realita hidup yang sering kita jumpai dan rasakan sendiri.
Lalu
yang dikatakan hidup sehat itu sendiri bagaimana? Tidak sulit. Menurut
undang-undang pokok kesehatan No. 9 tahun 1960, dikatakan dalam pasal 2
bahwa yang dimaksud kesehatan adalah yang meliputi kesehatan badan,
rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari
penyakit, cacat dan kelemahan. Ini mengandung pengertian bahwa orang
yang sehat itu tidaklah cukup dikatakan dia bebas dari penyakit fisik
tapi lebih dari itu. Apalah artinya badan sehat kalau hanya menyusahkan
orang lain. Sekedar diketahui ada tiga aspek hidup sehat yaitu, sehat
jasmani, sehat rohani dan sehat sosial.
Sehat Jasmani
Untuk
bisa hidup sehat secara jasmaniah tentunya kita perlu usaha dan dalam
berusaha tentu perlu ilmu, kesabaran, waktu dan kadang biaya. Salah satu
cara yang bisa ditempuh adalah makan secara teratur dan berolahraga.
Kelihatan ringan dan gampang tetapi dalam kenyataannya tidak semua orang
paham apa yang dimaksud makan secara teratur. Apakah hanya keakuratan
waktu dan menu yang aduhai? Tentu saja tidak. Makan secara teratur itu
tidak lain yaitu makan menurut anjuran kesehatan. Ini artinya kita makan
secukupnya dan tentu saja bergizi, misalnya sepiring nasi, semangkok
sayur, lauk sepatutnya dan kalau ada segelas susu segar. Istilah
populernya empat sehat lima sempurna. Sebetulnya kebutuhan kita akan
kalori tidaklah begitu banyak kecuali kalau kita sedang bekerja berat
atau berolahraga misalnya bermain sepak bola. Justru kalau kita makan
berlebihan malah berbahaya. Bisa-bisa sakit jantung, liver, ginjal atau
tekanan darah tinggi. Bahkan Nabi Muhammad pernah memberi nasehat kepada
kita: makanlah kalian bila merasa lapar, dan ketika makan jangan terlalu kenyang.
Itu artinya kita dilatih untuk bersabar. Bukankah sifat sabar adalah
dicintai Allah. Di samping itu kita juga dididik untuk tidak berlebihan
dalam mengkonsumsi makanan. Karena semua yang berlebihan itu tidak baik
buat kesehatan. Selain makan teratur kita masih dianjurkan berolahraga
secara rutin. Dengan berolahraga akan mengurangi pembentukan lemak yang
berlebihan dalam tubuh kita.
Sehat Rohani
Yang
satu ini memang agak sulit diamati secara fisik. Bagaimana tidak? Si
Maman yang segar bugar itu masih dikatakan kurang atau tidak sehat
karena ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu suka meminjam sesuatu tetapi enggan mengembalikannya.
Atau dia lebih suka meminta daripada memberi sesuatu kepada sesama.
Secara psikologis di dalam diri si Maman mengalami krisis mental.
Penyimpangan perilaku itulah yang membuat "mental health" seseorang
terganggu. Untuk itu kita harus selalu ingat sabda Rasul bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah.
Sehat Sosial
Apalah
artinya badan sehat, segala kebutuhan terpenuhi tetapi tidak mempunyai
teman untuk diajak bicara. Bukankah berbicara itu merupakan kebutuhan
batin seseorang dalam mengungkapkan perasaan, baik suka maupun duka?
Alangkah malangnya seseorang bila segalanya dikerjakan sendiri. Dalam
hal-hal tertentu memang selayaknya sebuah pekerjaan dilakukan sendiri
tetapi dalam hidup bermasyarakat sulit rasanya dan memang kita tidak
mungkin menghindari begitu saja. Sebab pada hakekatnya kita ini di
samping makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Jadi untuk bisa dianggap sehat secara sosial kita harus pandai-pandai beradaptasi dengan lingkungan dimana kita berada.
Karena merasa paling mampu dan berkuasa misalnya, maka kita
memperlakukan seseorang sewenang-wenang. Atau merasa malu bila disapa
teman yang kebetulan status sosialnya jauh di bawah kita. Dan masih
banyak lagi contoh-contoh lain. Itulah gambaran sederhana seseorang yang
dikatakan kurang atau tidak sehat secara sosial.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang baru dikatakan
menjalankan hidup sehat jika ia memenuhi ketiga syarat di atas, yaitu
sehat secara jasmani, mental dan sosial.
Oleh: Choirul Amin
Penulis adalah pemerhati masalah pendidikan, tinggal di Surabaya TimurSumber : http://berbagisehatsejahtera.blogspot.com/2011/03/hidup-sehat-jasmani-dan-rohani.html